Selasa, 23 November 2010

Perkembangan Tipografi

Perkembangan Tipografi
Apa itu tipografi? Bagi sebagian orang kata-kata tipografi terasa masih asing banget buat di dengar sehari-hari. Padahal tiap hari, tiap menit kita pasti menemukan tipografi di setiap sudut kehidupan. Di jalan saat membaca reklame, saat membaca poster di papan madink, membaca novel kesukaan, graffiti-gfraffiti  jalanan, dan sebagainya. Yup bener banget. Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang huruf. Dalam dunia design bisa di artikan lebih luas lagi yaitu ilmu tentang bagaimana kita memilih,dan  menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Tipografi  sendiri sebenarnya sudah ada dari sejak bangsa-bangsa Mesir, Viking, Indian, dan Norwegia dalam bentuk pictogram. Apa lagi tuh pictogram? Pictogram itu adalah gambar-gambar yang di ukir di dalam Goa atau batu yang merupakan symbol-simbol yang masing-masing memiliki arti.  Semenjak itu seiring perkembangan zaman yang semakin modern, pictogram-pictogram tersebut juga berevolusi menjadi huruf-huruf yang sekarang kita pakai untuk menulis.
Indonesia sendiri sangat kaya dengan beragam keunikan aksara-aksara yang berasal dari berbagai daerah Jawa, , Bugis, dan batak, dll. Hal ini di manfaatkan dengan baik oleh para desainer untuk mengembangkan unsur etnik tradisional ke tipografi modern. Meski  Indonesia sendiri sebenarnya belum terdengar nama-nama tokoh berpengaruhnya dalam bidang Tipografinya, tapi tidak terbatas hanya di situ saja. Meski tokoh-tokoh berpengaruh nya belum ada, Font-font unik karya Desainer Indonesia telah bertebaran dimana-mana. . Tipografi pun tetap menjadi unsur penting dalam membuat suatu desain.
Font yang terinspirasi dari logo Visit Indonesia 2009 ini didesain oleh Fizz-Labz.
Font aksara jawa yang ini sudah dimodifikasi agar lebih readable. Sayangnya lagi, jenis font ini tidak memiliki desain angka. Tetapi terlepas dari kekurangannya, desain font ini memang Indonesia banget.
Diuat oleh  Suryo Wahono. Desain font yang biasanya dipakai di rumah makan minang ini rapi dan lumayan lengkap (huruf besar dan kecil, angka, serta beberapa tanda baca). Sangat mencirikan rumah adat Sumatera Barat.

Boleh dibilang desain font ini memiliki unsur modern-tradisional. Bentuk hurufnya modern dan diperkaya dengan pola batik. Meskipun kurang read-able, desain font ini cukup unik.
Dibuat oleh Gregorius Wisnu.Kalau dilihat sekilas, desain font ini sedikit mirip dengan huruf Hanacaraka. Karakter pada font ini juga sudah lumayan lengkap.

selain desain-desain Font yang keren seperti di atas, terdapat  tokoh design yang  telah tergugah hatinya untuk membuat buku yang berjudul “tipografi dalam Desain Grafis” asli karangan desainer Indonesia dan merupakan buku tipografi dari segelintir buku Tipografi  di Indonesia selain buku-buku tipografi import. Pengarang buku tersebuta adalah Danton Sihombing. Berikut saya sertakan juga resensi bukunya agar pembaca gak perlu repot-repot searching lagi.
Penulis: Danton Sihombing
Ukuran: 16,5 x 24 cm
Tebal: 190 halaman
Terbit: Januari 2001
ISBN: 979-655-956-0; 21101956
Soft Cover
Pembahasan komunikasi visual lewat huruf dan aspek-aspek tipografi yang mendasar disajikan lewat sejarah perkembangan desain dan gaya huruf, teknik dan terminologi dalam tipografi hingga pedoman dasar penerapan tipografi dalam rancangan grafis. Di tengah langkanya penerbitan buku desain grafis di Indonesia, buku ini merupakan referensi yang baik bagi para peminat, siswa ataupun praktisi desain grafis di Indonesia.
…Buku pertama tentang tipografi yang diterbitkan di Indonesia ini akan memberikan pemahaman dasar terhadap masalah desain grafis dan tipografi.
– Irvan A. Noe’man, President Director BD+A Design


Posted By: Natasia

1 komentar: